Wir sind für Sie da: 040 53 53 16 50
Schreiben Sie uns: info@wgmedia.de
Der schnelle Weg zum Ziel: Expressangebot

Blog

Cerita Sex Psk Hamil

Cerita Sex Psk Hamil

download bokep ada ceritanya - http://bokepindo.xyz/foto/nonton-bokep-streaming-blogspot.html. Cara kerjaku di pabrik memang terkenal tegas, akan tetapi aku terkenal dengan kebaikan ku terhadap karyawan lain terpenting dengan karyawan bawahan ku. Memang posisiku kini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Sebagai manager sentra aku mengendalikan peranan penting dalam perusahaan. Akan tetapi godaan yang datang jauh lebih besar. Semasa aku membatasi peranan sebagai bagian produksi rekan-rekan kerjaku beberapa besar laki-laki dan cuma beberapa wanita yang ada di departemen ku.

Itu pun semuanya tidak ada menarik hatiku. Akan namun setelah petualangan ku bersama tante Sri, Yuni dan Tante A Yung istri boss ku kini aku sedang mengincar "mangsa baru. Yakni Mbak Merry, penjaga Kantin pabrik. Mbak Merry orisinil dari Solo. Akan melainkan sejak umur 13 tahun dia telah tinggal di kota ku ini. Sekarang ia bersuamikan salah satu karyawan bawahan ku. Yang selalu membikin ku menarik diluar bodinya yang yahud adalah bau peluh nya yang khas. Entah mengapa saya selalu saja terstimulasi apabila mencium bau keringat mbak Merry.
Memang mbak Merry tenar dengan kegenitannya di pabrik. Pun sekali-sekali akibat kegenitannya itu ia tak jarang terlihat bertengkar dengan suaminya. Wajar saja jikalau suaminya cemburu. Dan saya malahan tidak akan menyalahkan laki-laki yang menggoda mbak Merry. Karena kadang kala entah sengaja atau tidak dia selalu menampilkan belahan dadanya ketika memberi tahu makanan.

Sekali-sekali pula aku acap kali melihat mbak Merry dicolek-colek oleh karyawan tanpa menepis colekan itu ataupun memarahi kenakalan tangan karyawan pabrik. Semenjak saya diwujudkan Manager Sentra oleh boss ku ,aku menjadi jarang makan di kantin. Karena staff Direksi hampir semuanya senantiasa makan di luar. Apalagi sekiranya bersama boss ku. Pasti kami senantiasa makan siang di kafe berbintang.
Tapi siang itu entah kenapa aku malas sekali makan bersama boss ku. Saya mempertimbangkan untuk tak makan siang. Pada dikala jam makan siang aku memilih minum kopi di ruangan ku dan bermain game di notebook ku. Ruangan ku sekarang sangatlah besar dibandingkan pada ketika menjabat Manager Zona. Dan saya pun sekarang mempunyai sekertaris pribadi. Namanya Vicky. Umurnya tak berbeda jauh dengan ku. Hanya terpaut tiga atau 4 bulan saja. Orang nya cantik, tubuh tepat, hanya saja cerewet nya meminta ampun.

Kadang saya tak jarang berdebat dengannya cuma sebab hal remeh. Vicky masih memiliki kekerabatan kerabat dengan boss ku. Selepas kuliah sekertaris dia ditarik oleh boss ku dan ditempatkan menjadi sekertarisku. Melainkan sudahlah tidak usah bercerita panjang lebar mengenai Vicky. Hari itu memang Vicky tak masuk kerja. Tepat saya menyukai minta untuk di pesan kan makanan olehnya.
Aku pada dikala jam menunjukan pukul 3 sore, perutku mulai minta di isi. Saya malahan kemudian mengangkat telpon dan menelpon bagian OB. Aku lama kemudian datang lah Darsiman salah seorang OB kami.
"Ya Pak? Bapak manggil tadi?".tanya Darsiman padaku.

Tanpa menoleh ke arah nya aku malah menjawab ,"
Man, bantu kau ke kantin dan bilang mbak Merry untuk buatin saya mir rebus ya. Jangan pake sayur….dan jangan pake lama …". Darsiman malah berkata ,
"Siap boss….siap laksanakan…hehehe…". saya malah bangkit dari kursiku dan merogoh saku celanaku untuk mengambil dompet.
Saya mengeluarkan lembaran seratus ribuan dan menyerahkan nya pada Darsiman.
"Nih…ntar bayar ke mbak Merry, kembaliannya buat kau aja…". kataku sambil kembali duduk di kursiku. "Waaahhh…buanyak bener boss…bener nih kembaliannya buat saya?". Tanya Darsiman ragu.

Saya bahkan tersenyum dan berkata ,
"Yah…kembaliannya buat kamu aja…ga papa..bagi-bagi rejeki..sudah cepet sana dah laper saya". Dengan sigap Darsiman lantas bergegas meninggalkan ku. Saya malahan kembali sibuk bermain game.
Bosan dengan bermain game aku pun membuka sebuah situs porno , kemudian saya malahan sibuk memandang –lihat film yang akan aku unduh. Dan akhirnya aku pun menemukan film yang saya inginkan. Sebuah film klasik yang diperankan oleh Asia Carera. Memang artis porno yang satu itu merupakan favoritku. Sambil menunggu file nya terunduh, saya malahan kembali mencari-cari file yang lain. Cukup lama aku berkutat di depan laptopku hingga tanpa sadar mbak Merry sudah ada di dalam ruangan ku,dan sambil memegang nampan berisikan mie instan ia berdiri di belakang ku. Dan saya malahan kaget ketika mbak Merry menepuk pundak ku.

"hayyoooo…yang berharap makan koq malahan nonton film blue sih Pak..?". dengan sigap aku pun menutup laptop ku.
"Loh koq ga ketauan masuknya mbak?". Mbak Merry menggelengkan kepalanya sambil berkata ,
"Lah…tadi aku ketok pintu berapa kali, Bapak ndak menjawab, saya masuk saya tanya berharap disimpan di mana mie nya ,ndak jawab juga….eh lagi asik rupanya nonton….hehehe…". Aku bahkan menjawab ,
"Masa sih mbak? Beneran loh ga kedengeran….ngomong-ngomong uang nya dah dikasihkan sama Darsiman ,blom?". Sambil meletakan mie di atas mejaku mbak Merry menjawab ,
"telah Pak, tadi sudah di beri uangnya…. memang lagi ga ada kerjaan ya Pak, nonton film Blue?".
"Ya nih, Vicky kan ga masuk…jadi ga ada yang bantuin, ntar aja di lanjut".

Tiba-tiba terbersit pikiran kotorku untuk mengerjai mbak Merry, mumpung ga ada orang nih, kataku dalam hati. Aku malahan membentuk strategi dan mulai mempersilahkan Mbak Merry duduk.
"Mbak, duduk dahulu deh di sini, temenin saya ngobrol….ga ada temen ngobrol nih…lagian dah lama kita ga ngobrol ya?". Mbak Merry bahkan duduk dan meletakan nampannya di dadanya.
"Ya Pak, sejak Bapak jadi manager ,bapak ga pernah ke kantin lagi….". Aku malahan tersenyum dan berkata ,
"Sorry mbak, bukan ga ingin ke kantin lagi, Melainkan si boss selalu ngajak makan di luar terus." Mbak Merry malahan berkata sambil tersenyum ,
"Melainkan kayaknya bapak aja yang udah bosen sama saya ya, jd ga berharap ke kantin….". Aku menggelengkan kepala sambil menjawab ,
"Ga lah, siapa yang bosen sama kamu? Saya cantik, seksi, laki-laki bodoh aja yang bosen sama kau….". Kulihat wajah mbak Merry memerah dan tertunduk malu ,

"Ah….bapak gombal…sama kayak yang lain, gombal seluruh". Aku bahkan bangkit dari duduk ku dan mengitari meja mendekati mbak Merry, kemudian berdiri di sampingnya.
Dari tempatku berdiri ini tampak lebih jelasa belahan dada mbak Merry, yang memang hari itu mengenakan kaus berleher pendek, sehingga kedua payudaranya agak menyembul keluar. Saya malahan mulai beraksi, tanganku kuletakan di bahunya sambil berkata ,
"Saya ga mungkin gombal mbak, mana mungkin saya gombalin cewek cantik dan seksi kayak mbak….Sayang aja mbak dah punya suami, kalo ga…..". Aku tidak meneruskan kata-kata ku, dan memang benar, mbak Merry menonjol merespon perkataanku.
"Emang kalau saya ga punya laki ,bapak mau sama saya?" Tanya Mbak Merry.

Saya malah tersenyum dan tanganku tak kubiarkan diam di bahunya. Aku elus-elus bahunya sambil berkata ,
"Saya lah, seandainya kini mbak Merry berharap saya juga mau sama mbak Merry…".
Suasana menjadi hening seketika. Mbak Merry tak menjawab cuma membisu tertunduk. Aku malahan bertanya ,
"Loh koq diam mbak? Aku? Saya menyinggung mbak ya?". Mbak Merry menjawab sambil menundukan kepalanya ,
"Ga Pak. Bapak ga menyinggung aku. Namun saya tau bapak telah beristri. Dan aku juga bersuami…..kan ga mungkin Pak". Aku malah tertawa dan kembali merayu mbak Merry ,

"Hahahahaha….namun kan jika ga ada yang tau, ga bakalan apa-apa kan Mbak?". Mbak Merry kembali berkata ,
"Aku malu Pak, saya kan Tapi penjaga kantin, trus disamping itu saya takut keterusan….". Saya pun memutar kursi yang di duduki mbak Merry sehingga posisi kami berhadapan, kemudian saya bahkan berjongkok di depan nya.
"Mbak, penjaga kantin kan Namun pekerjaan, yang aku menyukai kan orangnya….trus maksud mbak takut keterusan apa sih mbak?" Mbak Merry meletakan nampan yang dikontrolnya ke atas meja, kemudian menjawab ,
"Aku takut kebablasan pak….Saya nikah sama suami aku mulanya ya seperti ini….aku di rayu, trus kebablasan, untung dia berharap nikahin aku….".
Saya terdiam sebentar, kemudian sambil mulai mengelus-elus bahu sampai lengannya saya malah kembali berkata ,

"Saya berharap jujur sama mbak, dari permulaan saya liat mbak di kantin, saya udah tertarik sama mbak, memang bukan berminat jatuh cinta…..aku berminat dengan tubuh mbak dan kecantikan mbak, sesekali aku menyenangi membayangkan tubuh mbak jika sedang mengerjakan kekerabatan intim dengan istri saya….sorry ya mbak..bukan maksud aku berharap merendahkan mbak.
Namun sebagai lelaki normal aku benar-benar terstimulus sama mbak…..". Belum sempat mbak Merry menjawab, saya langsung menciumi bibirnya. Aku hanya berpikir ,gimana nanti aja."Paakk…hhmmmppphh…." cuma itu yang keluar dari mulut mbak Merry. Dan rupanya mbak Merry membalas ciuman ku. Saya mulai memainkan lidahnya di lidahku. Kami malahan terus berkutat saling bertukar ludah dan saling berpagutan dengan panas.

Aku malahan tidak menyia-nyiakan hal ini, tanganku malahan kuselipkan ke kaus leher pendek nya, dan mulai meremas payudaranya. kemudian mulai mengusap-usap puting nya. Aku mbak Merry menggeliat-geliat kegelian. Tangan Mbak Merry mulai mengelus rambutku. Aku pun memberi pengarahan tangan mbak Merry yang satunya lagi ke arah selangkanganku. Dan tanpa disuruh mbak Merry, mulai melepaskan celana ku. Mulai dari ikat pinggang, kancing celana hingga resleting celanaku. Saya celanaku malahan terjatuh ke bawah, dan cuma menyisakan celana dalamku.
Kemudian tangan mbak Merry mengusap-usap kontolku dari luar CD ku. Kontan saja kontolku pun lantas berdiri perlahan sampai benar-benar berdiri tegak dan keluar dari dalam CD ku. Mbak Merry menghentikan ciumannya dan menarik kepalanya kebelakang.

"Pak….saya takuuttt…". Saya tersenyum sambil memelai rambutnya.
"Jangan takut mbak, kan ga ada orang, yang penting kita nikmati aja yang ada kini, dan satu lagi jangan panggil aku Pak, panggil aku mas saja…". Aku berkata demikian saya malah melumat bibirnya kembali. "Hhmmmmppphhh….mmmaaaassss……". Mba Merry kembali membalas ciumanku.
Dan tangannya kemudian membuka CD ku, dan mulai mengelus dan mengocok kontolku. Aku malah tidak tinggal diam. Tangan ku malah kemudian turun ke arah rok panjangnya. Ku elus-elus betis nya, kemudian naik ke pahanya, sampai akhirnya kutemukan gundukan cantik di balik CD nya. Aku pun mulai mngelus-elus gundukan tersebut.

Saya aku sedang merasakan aksi kami itu, tiba-tiba mbak Merry menghentikan aksinya dan mencoba bangkit dari duduknya. Saya bahkan sempat berdaya upaya seandainya mbak Merry mulai tersadar akan hal ini dan mau menghentikan nya. Akan melainkan dugaanku salah besar, mbak Merry malah meminta ku untuk mengunci pintu, sambil mulai menurunkan CD nya tanpa membuka rok panjangnya. Saya malahan bergegas mengunci pintu ruanganku. Dan kembali ke arah mbak Merry, dan rupanya mbak Merry sudah duduk dengan posisi mengangkang dan kedua kaki nya di letakan di atas pegangan kursi. Saya tampaklah memeknya yang cantik terpampang di depanku.

Tanpa basa-basi lagi aku pun membasahi kepala kontolku dengan liurku. Kemudian memberi tuntunan kontolku ke arah memeknya yang kulihat memang sudah siap untuk disantroni kontolku. Saya bahkan menggesek-gesekan kepala kontolku perlahan, dan kemudian menekan perlahan pantatku sehingga kontolku masuk perlahan. Kurasakan memek mbak Merry masih agak sempit, entah mungkin kontolku memang besar dan memeknya tak sebesar dan selebar Tante A Yung. Kulihat Mbak Merry memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Aku malah menekan pantatku terus sehingga kontolku masuk seluruhnya. Kulihat mbak Merry membelalakan matanya dan berteriak kecil ,

"Aaaaahhhhh… mmaaassss…. ssaakkkiitttt…….Ooooouuhhhhh……. sssssstttttt…..!!". Aku kontolku sudah masuk seluruhnya, kudiamkan sebentar kontolku di dalam memeknya.
Saya bahkan menyingkapkan kausnya ke atas ,lalu ku angkat pula bra nya sehingga payudara mbak Merry kelihatan indah menyembul dihadapanku. Dan saya malah mulai menjilati dan mengemut putingnya walaupun tanganku saya arahkan ke arah clitoris mbak Merry dan mulai mengusapnya pelan-pelan.
"Maaassss…aayyoooo..ddooonnggg…… aaaaaooohh…. hhhmmmppphhh…..!!".Desah Mbak Merry.
Akan melainkan saya sengaja tak menggenjotnya dulu karena masih berharap merasakan hangatnya memek mbak Merry. Mungkin karena saya yang mendiamkan kontolku di dalam tanpa menggerakannya, karenanya tanpa disuruh mbak Merry menggoyangkan pantatnya sendiri, maju mundur, memutar dan kadang kala menekan bokongnya keras-keras ke atas.

"Aaahhhhh…. aaaaauuuuhhh….oooouuhhh…. mmmaaasss…. eennnnaaakkkk… ayyyoo…. doonnkkk… maasss ……jjuuggaaaahhh…….. sssstttt…!!!". Mbak Merry menonjol mendesah sambil meremas payudaranya sendiri yang sedang aku jilati itu.
Kemudian aku pun mulai menggenjot dengan perlan-pelan. Dan sensasi yang saya peroleh dari memek mbak Merry memang hebat. Denyutan di dalam memeknya jauh lebih terasa di batang kontolku. Seakan –akan kontolku sedang di urut.
"Mbaaakkkk…. oooouuhhh….mmmeeemmeekk…. mmmbbaakkkk….. mmmeemmaaanngg….. eeennaaakkk….. ssssttttt……aaaahhhhh…!!" Genjotanku perlahan –lahan mulai meningkat temponya.
Dan mbak Merry malah tidak tinggal diam, pinggulnya turut bergoyang seiring dengan goyangan ku.

"Mmmaaasss….. hhhmmmpppphhh…. kkkoonnnttooolll…. mmmaassss….. jjjuuggaaaaa…. eeennnnaaakkk…. aaaahhhh…aaaauuuhhh….!!". tidak lama kemudian akupun mengganti posisi ku, tanpa mencabut kontolku dari memek mbak Merry.
Saya mengangkat tubuh mbak Merry kemudian membaringkannya di atas sofa ruanganku. Dengan posisi ini saya lebih bebas mengeksplorasi tubuh mbak Merry. Kemudian saya angkat kaki kirinya dan saya letakan diatas bahuku. Dan aku malahan mulai menggenjot memek mbak Merry kembali. Dan memang posisi ini jauh lebih sedap dibandingkan pada dikala kami melaksanakannya di atas kursi. Saya sebagian lama kami malahan berganti posisi kembali.
Tidak ini mbak Merry menaiki tubuhku. Saya pun mengambil posisi duduk di sofa. Mbak Merry kemudian mengangkangiku dan membatasi kontolku, kemudian mengarahkannya dan memasukan kontolku perlahan ke dalam memeknya.

Bllessss!!
"Aaaahhh…. eeennnaaakkk… mmmaassss…..!!" desah mbak Merry saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memeknya.
Dan mbak Merry malahan sedikit membusungkan dadanya sehingga payudaranya pas di depan wajahku. Tanpa menunggu lama aku malah melumat kedua payudaranya yang indah itu.
Mbak Merry mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur, kemudian naik turun dengan ritme yang teratur. Aku lama setelah itu nampak mbak Merry mulai mempercepat goyangannya.
"Maaasss…. mmmaaauuuu…. kkkeellluuaaarrr….. uuuddaaaahhh… mmmaaauuu… saaammmpppee…aaahhhh… aaaooohhhh…. ssstttthhhh…. !!" Saya pun membantu mbak Merry dengan membatasi pinggangnya dan menggerakannya seiring dengan gerakan mbak Merry.
Dan memang tidak lama kemudian tubuh mbak Merry menegang, dan dia memeluk ku dengan erat.

"Aaaaahhhhhh….. hhhhmmmpppphhhh……. !!!!". Ditekannya kuat- kuat pantatnya sehingga kontolku masuk seluruhnya ke dalam memeknya.
Kemudian tubuhnya mulai melemas dan saya bahkan mengangkat tubuhnya dan ku baringkan lagi di atas sofa. Kuangkat kedua kakinya dan kuletakan di atas bahuku. Ku gesek-gesekan kontolku di bibir memeknya. Dan belum sempat saya memasukan kontolku mbak Merry menahan perutku dan berkata ,
"Maaassss…. ssebbbeennntttaarrr… cccapppeee… hhhmmmpppp…!!!". Ku pegang tangan mbak Merry dan tanpa mempedulikan perkataannya aku menekan pantatku dan tanpa sadar saya malahan mengerang sebab posisi ini lebih sedap dari sebelumnya.
"Aaahhhh….. mmbbaaakkkk….!!".

Aku mulai menggenjot dengan irama cepat dan memang aku telah mulai merasakan desakan air maniku akan keluar. Dengan cepat dan kuat saya terus menekan memek mbak Merry. Pllookk..!! Pllokk!! Pllookkk!! Mbak Merry malah kembali mendesah dan berterik kecil.
"Maaasss…. ggaaa…tttaahhhaannn…. mmmaaauuu… kkkeellluuaarr… lllaagggiiii….. Aaaahhhh… aaaahhhhhhh….!!!" dan tubuh mbak Merry kembali menegang. Kedua tangannya meremas sofa dengan kuat.
Kurasakan denyutan memek mbak Merry bertambah kuat. Dan memang akibat denyutan itu kurasakan kontolku pun sudah ingin mengeluarkan isi nya.

"Mbaakkk… ssaaayyyaaa… jjuuggaaa… mmmaaauuu…. kkkeellluuuaaarrr….. hhhhmmmppphhh….!!!". Mbak Merry menjawab dengan perlahan.
"Maaasss…. hhmmppphh… ddiiillluuaaarrr… yyaaa….!!’. Kemudian aku malah mencabut kontolku dan beranjak dari tempatku.
Kuarahkan kontolku ke depan mulutnya. Tanpa diperintah mbak Merry bahkan menggenggam kontolku dan mengocokya sambil sekali-sekali menghisapnya. Saya lama kemudian aku malah menjerit pelan ,
"Mmbbaaakkk…. aaaaahhhhhh….hhhhhmmmppphhh…!!". Mbak Merry lantas mengulum kontolku dan menghisapnya kuat-kuat.
Crrooott…cccrrroooott..crrooott..!!! air maniku menyembur dengan kuat dan memenuhi rongga mulut mbak Merry.

Kulihat mbak Merry terus menghisap kontolku dan menelan air maniku tanpa menyisakan setetes bahkan. Kurasakan tubuhku melemas dan seluruhn titik syarafku menikmati sensasi enak yang tiada tara. Dan sesudah habis semua maniku di telan, mbak Merry masih menjilati kepala kontolku ,malahan kadang kala menggigitnya dengan pelan. Dan dia malahan tersenyum kepadaku.
"Mas, aku bener-bener dibikin lemes sama mas….". Saya malah bangkit dan mencium bibirnya. Kami bahkan kembali berpagutan.
Saya itu kami bahkan kembali berpakaian.

"Mbak, bantu jangan sampe ada yang tau ya…". Saya sedikit memohon terhadap mbak Merry.
Saya bahkan tersenyum lalu menjawab ,
"Cuma aja mas, aku juga ga ingin bila suami saya sampai tau..". Saya pun kembali bertanya ,
"Terus ,koq berharap sih saya ajak begituan?". Mbak Merry menjawab ,
"Sebenernya aku menyukai banget mas begituan, Tetapi suami saya ga bisa muasin saya seperti mas tadi…". Mbak Merry tertunduk malu.
Lalu kembali berkata ,
"Namun nanti sekiranya mas ingin lagi, tinggal ngomong sama saya, kapan dimana saya siap koq mas…". Aku malahan tersenyum dan memang jawaban seperti itu yang mau ku dengar.
"Ya telah mbak, nanti jikalau saya pengen lagi kita janjian, namun jangn di kantor, mending diluar biar lebih aman dan nyaman…". Mbak Merry malah bangkit dan mengambil nampan yang tadi disimpannya di meja.
"Sekiranya gitu saya permisi ya Pak, kalau ada apa-apa kasih tau aja ya..". Aku bahkan bertanya kembali padanya,
"Loh kpq manggil "Pak" lagi?". Mbak Merry menjawab sambil tersenyum ,
"Bila manggil "Mas" ntar aja kalau kita lagi begituan, seandainya di kerjaan aku tetep seharusnya panggil "Pak", tar orang curiga….Mari Pak, saya tinggal dahulu..". Mbak Merry malahan langsung beranjak meninggalkan ruangan kantorku.

Dan memang semenjak ketika itu kami bahkan kerap bersua diluar, aku selalu mengajaknya bersua di hotel sehingga tidak ada seorang pun yang tahu tentang kekerabatan kami. Aku bahkan mengendalikan jadwal ku sehingga tidak bentrok dengan jadwal syahwat ku dengan Tante A Yung, Tante Sri, dan Yuni.